Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Pages

Sabtu, 12 Maret 2016

Tipe Bisnis dalam e-bisnis



1. B2B (Bussines to Bussines)

B2B adalah transaksi secara elektronik antara obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis lainnya, dapat disimpulkan B2B adalah :
Disebut juga transaksi antar perusahaan
Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi
Digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis.
EDI - singkatan dari Electronic Data Interchange sebenarnya adalah sebuah metode pertukaran dokumen bisnis antar aplikasi komputer - antar perusahaan/instansi secara elektronis dengan menggunakan format standar yang telah disepakati.

2. B2C (Bussines to Consument)

Adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa. 
Dengan penjualan langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2c adalah sebagai berikut :
  • Disebut dengan transaksi pasar
  • Konsumen m’pelajari produk yang ditawarkan melalui publikasi
  • Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment
  • Meminta agar barang dikirimkan
3. B2E (Bussines to Employee)

B2E adalah layanan yang disediakan sebuah perusahaan pada karyawannya untuk memudahkan urusan karyawan dengan perusahaan. Misalkan seorang karyawan yang ingin mengambil cuti, tidak perlu lagi menghadap bagian kepegawaian. Ia dapat mengakses situs resmi perusahaan dan mengajukan permohonan cuti tersebut. Atau seorang karyawan yang ingin mendapatkan tunjangan kesehatan karena dirawat di rumah sakit, cukup mengakses situs resmi perusahaan dan mengisi formulir secara online.

4. B2G (Business to Governance) 

B2G adalah pemakaian Aplikasi Internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan e-government. Namun banyak kegagalan e-government di sejumlah negara yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: ketidaksiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana teknologi informasi, serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang terlibat langsung.

B2 Governance adalah penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, serta memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. Semua organisasi pemerintahan akan terpengaruh oleh perkembangan e-government ini. 
E-government dapatlah digolongkan dalam empat tingkatan.
  • Tingkat pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website. 
  • Tingkat kedua adalah interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail.
  • Tingkat ketiga adalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik.
  • Level terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.

5. C2C (Consumer to Consumer) 

C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya. 

Senin, 07 Maret 2016

Belajar Internet Marketing


Sekarang kita akan bahas cara mempelajari internet marketing. Setidaknya ada 4 cara belajar internet marketing yang bisa kita coba, diantaranya adalah belajar secara otodidak, belajar melalui ikut serta dalam seminar, kursus secara langsung dan kursus secara online. Dari keempat metode yang ada pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Belajar Secara Otodidak

Metode belajar secara otodidak tidaklah seburuk yang dibayangkan. Memang banyak yang menganggap belajar sendiri akhirnya meragukan karena tidak memiliki mentor dan biasanya kurang berpengalaman. Namun pada akhirnya ada cukup banyak orang yang belajar internet marketing secara otodidak dapat sukses.

Metode belajar ini mudah saja, bisa dengan membaca artikel populer tentang internet marketing, ‘nongkrong’ di forum, atau bertanya-tanya pada orang lain langsung. Dari sinilah kita bisa mendapatkan referensi. Bahkan ada kelebihan seorang pembelajar otodidak, yakni mereka berpotensi mendapatkan inovasi baru, strategi baru dan trik baru atas dasar percobaan sendiri yang dilakukannya.

Memang bagus, namun sebenarnya belajar otodidak membuat kita lelah. kita harus berpikir sendiri, mencari referensi sendiri, bingung dengan materinya mulai dari mana kemudian harus kemana.

2. Belajar Lewat Seminar

Jika kita memilih enggan belajar secara otodidak dan menginginkan pengetahuan serta referensi langsung dari ahlinya maka caranya harus belajar lewat seminar atau workshop. Belakangan ini memang sedang sering muncul event-event seminar tentang internet marketing, belajar SEO dan sejenisnya. kita bisa mengikutinya dan mendapatkan keterangan referensi langsung yang bisa detail. Pembelajaran lewat seminar tentu rata-rata hanya berdurasi 2 sampai 5 jam saja, meski ada pula yang lebih lama lagi. Untuk mengikutinya kita harus membayar sejumlah tiket yang biasanya mahal dan sudah termasuk bonus makan.

Kita memang bisa bertatap muka langsung dengan informan (ahlinya), namun apakah otak kita mampu menyerap dan menampung deretan informasi secara bertubi-tubi dalam waktu beberapa jam saja? Metode ini bagus dan kita bisa diberi kesempatan untuk tanya jawab, namun durasinya singkat. Usahakan kita mendapatkan materi dalam bentuk softcopy maupun yang sudah di cetak agar bisa mengingat-ingat pelajaran yang telah diterima selama seminar.

3. Belajar Lewat Kursus Langsung

Jangan di kira istilah kursus hanya untuk bidang tertentu seperti menyetir, menjahit atau memotret. kita juga bisa mengikuti kursus internet marketing dan saat ini sudah banyak tersedia. Kursus semacam ini tentu termasuk dalam lembaga yang menyediakan pendidikan non formal. Metode ini begitu sangat bagus karena kita akan berhadapan langsung dengan sang ahli atau orang yang bisa menjadi mentor serta sumber referensi.

Cara belajarnya seperti sedang sekolah biasa, dengan beberapa kali pertemuan setiap minggu sesuai program dan kesepakatan. Seluruh materi telah dipersiapkan, kita tinggal mendengarkan dan mempraktekan. Jika kurang jelas bisa langsung ditanyakan tanpa perlu segan. Kelebihan lainnya adalah cara belajarnya yang bertahap dan kita akan mendapat follow up. Berbeda dengan seminar yang hanya dilakukan sekali saja.

4. Belajar Lewat Kursus Online

Metodenya hampir sama dengan kursus langsung. kita akan berkomunikasi langsung dengan sang ahli yang akan menjadi mentor. Namun kemudahannya adalah kita bisa belajar dari rumah, tanpa perlu pergi ke tempat kursus. Namanya juga online, yang dibutuhkan adalah koneksi internet dan memanfaatkan layanan komunikasi seperti sosial media maupun video call. Waktu belajar bisa disesuaikan dengan kondisi, pagi, siang atau malam tergantung kesepakatan. Meski metodenya dilakukan secara online namun kita juga bisa mengadakan gathering untuk lebih lanjutnya.

Jumat, 04 Maret 2016

Cara memulai bisnis online


Untuk mulai mendapatkan uang pertama di internet memang bukan hal yang mudah seperti kita membalikkan telapak tangan, pasalnya dalam dunia bisnis semuanya memiliki tantangan. Bisnis online sebenarnya hanya sebuah metode atau cara yang digunkana untuk mendapatkan revenue (penghasilan) melalui bantuan fasilitas internet.

Bagaimana dengan modal? Memulai bisnis online bukan sekalai modal langsung ungkang-ungkang, bukan seperti itu tidak mudah untuk menjabarkannya secara sederhana, karena bisnis internet ini membutuhkan proses, tergantung pada kita masing-masing seberapa cepet berproses.

Mungkin sbelum kita memulai bisnis online sebaiknya kenali dahulu beberapa sumber yang berpotensi memberikan penghasilan secara online.

1. Blogging

Aktivitas ngeblog atau menjadi seorang blogger pastinya akan memberikan peluang pada kita memiliki penghasilan dari blog apabila sudah memiliki banyak visitor/pengunjung di setiap harinya. Untuk mendapatkan penghasilan kita bisa mulai memasang iklan baik Pay per klik, Pay per view dan banyak lainnya. kita bisa menggunakan platform periklanan baik dalam maupun luar negeri.

2. Online Shop

Kategori bisnis online yang satu ini adalah dengan melakukan penjualan langsung melalui media website baik itu produk sendiri, atau produk orang lain yang kita jual (sebagai reseller). Keuntungan yang diambil sudah pasti menyesuaikan dengan selisih harga yang kita tentukan dari harga modal. Biasanya bisnis yang satu ini akan membuat kita terbiasa mengunjungi tempat-tempat pengiriman barang (ekspedisi).

3. Pembicara Internet Marketing

Ternyata sekarnag sudah banyak orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai pembicara internet marketing, apakah itu pakar blogger, pakar online shop, SEO, dll. Dengan menjadi seornag pembicara potensi penghasilan kita akan bertambah, dan tidak hanya itu saja bahkan jaringan/relasi kita juga akan terus berkembang. Hal ini akan lebih mudah melakukan ekspansi bisnis kita di berbagai sektor.

Di atas hanya beberapa contoh saja dari jenis-jenis bisnis online kita masih bisa mendapatkan referensi berbagai jenis bisnis online lainnya melalui Google. Baiklah untuk memulai ketika kita sudah tahu mana yang sesuai dengan passion, maka tinggal eksekusi dan promosi saja. Pelajari dari orang-orang yang lebih tahu dan mulailah dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, fokuskan diprosesnya bukan hasil.

Kamis, 03 Maret 2016

Perbandingan Online Store vs Offline Store


Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari Toko Offline dan kelebihan dari Toko Online jika saling dibandingkan :

1. Toko Offline

Toko offline membutuhkan biaya pembangunan yang sangat besar sehingga banyak pengusaha muda yang masih enggan untuk memiliki toko fisik itu sendiri. Biaya pembuatan toko yang besar ini belum tentu sepadan dengan keuntungan yang didapatkan karena banyaknya saingan, belum lagi kita harus menerapkan strategi penjualan yang unik untuk membuat pembeli tertarik dengan barang dagangan kita.

Hal ini sangat memakan waktu dan menguras tenaga, jika tidak kita akan kalah dengan beberapa kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama, tentu saja hal ini sangat tidak diinginkan. Tidak sedikit pengusaha yang akhirnya tidak bisa melanjutkan usaha karena modal yang dimilikinya habis hanya untuk membangun atau menyewa kios, bisa dikatakan pengelolaan toko offline dapat memberikan dampak bagaikan besar pasak dari pada tiang. Beberapa kelemahan dari toko fisik adalah:

Biaya operasional yang cukup tinggi.
Harus memiliki stok barang terlebih dahulu.
Harus menggaji banyak karyawan.
Jaringan yang tidak terlalu luas.
Memiliki keterbatasan waktu dalam penjualan.
Keuntungan yang diperoleh sangat tipis.
Biaya promosi yang relatif tinggi karena harus memasang iklan di Koran maupun di radio.
Sudah menjadi hal yang lazim bahwa sebuah toko fisik membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Biaya ini mencakup banyak hal seperti tagihan listrik, air, internet, dan iuran lainnya. Jika tidak dibayar maka sebuah toko fisik akan lumpuh dan tidak mampu beroperasi. Keuntungan yang didapatkan oleh pedagang kecil tetap tidak terlalu besar karena mereka harus menyisihkan untuk membayar biaya operasional.

Toko offline wajib menyetok barang. Semakin banyak barang yang disediakan maka konsumen akan semakin senang namun dampak kerugian yang besar bisa dialami jika ternyata barang tersebut tidak laku. Produk yang terlalu lama disimpan akan menjadi rusak dan tidak ada konsumen yang mau membelinya. Transaksi jual beli melalui toko fisik pada masa sekarang sering digunakan sebagai jalur alternatif saja mengingat saat ini sudah marak adanya transaksi jual beli melalui toko online yang dinilai jauh lebih mudah, baik bagi pembeli maupun bagi penjual.

 2. Toko Online (Online Store)

Keuntungan pertama jika berjualan online adalah modal yang kita tanamkan tidak besar karena tidak perlu membuat toko fisik. Bagi kalian yang memiliki modal minim namun ingin mencoba berwirausaha, kamu bisa menjadi dropshipper. Kamu bisa menjual barang tanpa harus membelinya. Meskipun begitu, kamu masih bisa membuka toko kamu sendiri dan mendapatkan keuntungan dari supplier. Jika usaha dropshipping ini sudah mampu mengumpulkan modal yang cukup, kamu bisa naik level menjadi seorang reseller. Dengan menjadi reseller, kamu bisa mengontrol sirkulasi barang sendiri dan keuntungan yang diperoleh juga cukup besar. Beberapa keunggulan dari Online Store:

Menghemat biaya operasi karena toko online tidak harus menyediakan dana untuk menyewa lokasi untuk berjualan.
Pemilik toko online dapat mengeoperasikan dimanapun dan kapan pun selama ada koneksi internet.
Jangkauan pasar nya bisa lebih luas.
Tidak harus membayar karyawan.
Informasi yang ditampilkan bisa lebih banyak dan lebih menarik.
Tidak ada batasan waktu.
Keunggulan toko online yang terakhir adalah kemudahan dalam mengoperasikannya. Semua media social seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya didesain secara sederhana sehingga tidak membingungkan pemakaiannya. kamu hanya perlu membiasakan diri dengan jejaring sosial yang kamu gunakan. Tidak dibutuhkan skill khusus untuk bisa mengoperasikan sebuah akun kecuali jika kamu memilih untuk membuka toko online melalui website. Untuk berinteraksi dengan pembeli juga bisa dilakukan sewaktu-waktu hanya melalui pesan. Kamu tidak harus terus berada di depan komputer karena media sosial sudah bisa diakses melalui smartphone.

Selanjutnya keputusan ada pada kamu, apakah kamu siap untuk membangun sebuah toko fisik dikala perilaku masyarakat saat ini lebih mengarah pada penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka, atau kamu memilih untuk membuka online store yang dapat memberikan banyak keuntungan dan mudah dalam pengoperasiannya, semua keputusan ada di tangan kamu, selamat mencoba.

Selasa, 01 Maret 2016

Beberapa media sosial ternyata tidak efektif untuk pemasaran online, apa saja?


Media sosial seolah-olah menjadi hembusan angin segar bagi para pebisnis online. Keefektifannya untuk melancarkan promosi sudah tidak perlu diragukan, terutama karena fitur-fiturnya yang benar-benar sangat memudahkan. Ya, Facebook memiliki fitur Beranda dimana kita bisa memposting tulisan beserta gambar, kemudian kita juga dapat membuat profil Fans Page. Atau pada Twitter yang memiliki Timeline dengan fitur Hastags.

Media sosia tersebut agaknya cukup sempurna untuk dimanfaatkan sebagai alat marketing online. Lebih lanjut lagi saat ini banyak pebisnis online yang sudah beralih ke media sosial lain semacam Instagram, Google Plus dan sebagainya. Lalu apakah dibenarkah penggunaan media sosial selain Facebook dan Twitter untuk pemasaran online? Tentu saja tidak masalah, justru yang menjadi masalah apakah kita merasa media sosial tertentu cocok untuk aktivitas semacam ini?

Jika disadari ada beberapa media sosial populer yang ternyata tidak cocok digunakan untuk pemasaran online. Apa saja? Simak daftarnya di bawah ini:

1. MySpace

Beberapa tahun yang lalu MySpace menjadi media sosial yang sangat populer di Amerika Serikat sampai akhirnya dikalahkan oleh Facebook. Meskipun cukup populer kenyataannya MySpace bukanlah media sosial yang cocok untuk pemasaran bisnis atau produk. Akan cukup efektif bila yang dipromosikan atau yang dipasarkan adalah grup band maupun karya-karya lagu kita.

Di sini kita sudah tentu bisa menyimpulkan bahwa MySpace merupakan media sosial untuk penggiat musik, baik grup band maupun penyanyi. Meski tidak ada larangan , namun jika berjualan via MySpace sepertinya tidak cukup efektif karena umumnya orang-orang dalam MySpace akan mendiskusikan tentang musik atau hobi tertentu. Kesimpulannya, dalam MySpace orang-orang tidak akan tertarik mendiskusikan bisnis, produk dan sebagainya.

2. Tumblr

Untuk sosial media kedua yang tidak begitu cocok untuk aktivitas marketing online adalah Tumblr. Meskipun memiliki fitur berupa panel control lengkap untuk mengirim berbagai jenis postingan seperti teks, video, audio, foto, link, quote maupun chat, kenyataannya banyak orang tidak tertarik untuk menjadikan Tumblr sebagai media sosial bisnis.

Kebanyakan orang memposting di Tumblr berupa curhatan, menulis catatan pribadi, membagikan foto-foto hasil karya mereka, menulis puisi, maupun membagikan file multimedia seperti video, audio dan sebagainya. Sama seperti pada MySpace, pengguna Tumblr kebanyakan tidak tertarik membicarakan tentang produk atau bisnis.

3. ReverbNation

ReverbNation.com merupakan situs web yang sudah tentu tidak cocok untuk strategi marketing online. Optimasi untuk mesin pencari tidak begitu efektif menggunakan ReverbNation. Tentu saja karena media sosial ini lebih berfokus pada industri musik independen. ReverbNation yang cukup populer saat ini menyediakan sebuah situs pusat untuk para musisi, produser, serta penggiat musik untuk berkolaborasi dan saling berkomunikasi.

4. Flickr

Flickr hanya cocok untuk mengupload foto produk kita, namun kurang cocok untuk langsung dijadikan alat marketing online. Ya, saat mengupload foto produk kita bisa memasangnya melalui kode HTML pada blog, forum maupun toko online kita. Optimasi keyword untuk mesin pencari tidak begitu cocok pada Flickr sehingga sudah jelas layanan ini tidak bisa langsung digunakan untuk aktivitas pemasaran online.

Lagipula pada fitur group atau diskusi Flickr kebanyakan hanya membahas dunia fotografi seperti berbagi teknik memotret dan sebagainya. Lebih cocok lagi Flickr dimanfaatkan untuk berbagi hasil karya para fotografer.

5. Path

Mungkin kita adalah salah satu pengguna Path yang telah memanfaatkannya untuk aktivitas marketing. Namun apakah kita benar-benar merasakan efektivitas Path untuk pemasaran online? Tidak lain dan tidak bukan Path hanya cocok untuk aktivitas bersosial media biasa. Bahkan fitur-fiturnya tidak begitu cocok untuk bisnis, seperti fitur berbagi aktivitas yang kita lakukan seperti sedang dimana kita sekarang, apa buku yang sedang dibaca, film apa yang ditonton, maupun fitur editing foto.

Lagipula Path memiliki layanan untuk pembatasan pengguna lain untuk mengakses akun kita menggunakan fitur pengaturan privasi. Jika sedemikian rumitnya bagaimana mungkin aktivitas pemasaran akan efektif? Bahkan yang lebih parah lagi, Path hanya membatasi pertemanan hingga 500 orang saja setelah sebelumnya hanya 150 orang. Apakah kita hanya memasarkan produk kepada teman-teman dekat kita?

Mudahnya berjualan di Facebook

Hasil gambar untuk facebook
Salah satu alasan berjualan di Facebook itu mudah, dikarenakan Facebook memiliki lebih dari 1,28 milyar pengguna aktif setiap bulan. Jumlah sebesar ini merupakan jumlah yang sangat berarti untuk perkembangan bisnis anda. Meskipun demikian, tidak dari mereka semua merupakan pelanggan potensial anda. Seandainya saya mengambil sebuah kesimpulan, bahwa anda hanya mampu untuk menargetkan 100.000 member aktif pengguna Facebook, hal ini dapat memiliki dampak yang luar biasa untuk bisnis Anda. Facebook sendiri akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga jumlah pelanggan anda juga akan berkembang. Jika anda tidak mencoba untuk membuka toko online di Facebook, maka kesempatan ini akan hilang begitu saja.
Dulu jika anda ingin membangun sebuah bisnis melalui internet, yang perlu dilakukan adalah menentukan sebuah nama domain kemudian anda membuat sebuah website atau toko online, anda juga harus memperbaiki tampilan website, mengisi konten yang ada didalamnya, kemudian meningkatkan hasil pencarian toko online anda pada situs pencarian seperti Google, dan mengeluarkan biaya iklan tambahan untuk menarik konsumen agar datang pada toko online anda. Tentu hal ini tidak akan jadi masalah jika perusahaan besar yang membuatnya. Lalu bagaimana dengan perusahaan atau startup yang menjual barang dagangannya secara retail atau usaha mikro kecil yang memiliki keterbatasan berkaitan dengan modal?
Melihat peluang pemasaran online yang terus meningkat dari tahun ke tahun Facebook yang merupakan salah satu situs jejaring sosial terpopuler ini mampu melihat potensi pemasaran di internet dengan memanfaatkan fasilitas fanspage pada salah satu fiturnya yang bisa digunakan untuk berjualan. Mengapa facebook? Jika dibandingkan dengan biaya pembuatan website, biaya untuk optimasi seo, maupun biaya iklan dan belum juga biaya promosi lainnya, tentu sangat memberatkan bagi penjual retail. Melalui fanspage ini penjual retail tidak perlu merasa takut untuk bersaing dengan beberapa perusahaan yang sudah besar sekalipun. Ini merupakan sebuah kesempatan bagi anda untuk membuka sebuah facebook store.

Minggu, 28 Februari 2016

e-Business


Menurut Lou Gerstner, CEO dari IBM, e-Business atau Electronik business adalah aktivitas yang berkaitan secara langsung  maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang/jasa dan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantungan pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memeanfaatkan jasa internet.