Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Ervan Budiyanto

e-business

Pages

Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2016

Beberapa media sosial ternyata tidak efektif untuk pemasaran online, apa saja?


Media sosial seolah-olah menjadi hembusan angin segar bagi para pebisnis online. Keefektifannya untuk melancarkan promosi sudah tidak perlu diragukan, terutama karena fitur-fiturnya yang benar-benar sangat memudahkan. Ya, Facebook memiliki fitur Beranda dimana kita bisa memposting tulisan beserta gambar, kemudian kita juga dapat membuat profil Fans Page. Atau pada Twitter yang memiliki Timeline dengan fitur Hastags.

Media sosia tersebut agaknya cukup sempurna untuk dimanfaatkan sebagai alat marketing online. Lebih lanjut lagi saat ini banyak pebisnis online yang sudah beralih ke media sosial lain semacam Instagram, Google Plus dan sebagainya. Lalu apakah dibenarkah penggunaan media sosial selain Facebook dan Twitter untuk pemasaran online? Tentu saja tidak masalah, justru yang menjadi masalah apakah kita merasa media sosial tertentu cocok untuk aktivitas semacam ini?

Jika disadari ada beberapa media sosial populer yang ternyata tidak cocok digunakan untuk pemasaran online. Apa saja? Simak daftarnya di bawah ini:

1. MySpace

Beberapa tahun yang lalu MySpace menjadi media sosial yang sangat populer di Amerika Serikat sampai akhirnya dikalahkan oleh Facebook. Meskipun cukup populer kenyataannya MySpace bukanlah media sosial yang cocok untuk pemasaran bisnis atau produk. Akan cukup efektif bila yang dipromosikan atau yang dipasarkan adalah grup band maupun karya-karya lagu kita.

Di sini kita sudah tentu bisa menyimpulkan bahwa MySpace merupakan media sosial untuk penggiat musik, baik grup band maupun penyanyi. Meski tidak ada larangan , namun jika berjualan via MySpace sepertinya tidak cukup efektif karena umumnya orang-orang dalam MySpace akan mendiskusikan tentang musik atau hobi tertentu. Kesimpulannya, dalam MySpace orang-orang tidak akan tertarik mendiskusikan bisnis, produk dan sebagainya.

2. Tumblr

Untuk sosial media kedua yang tidak begitu cocok untuk aktivitas marketing online adalah Tumblr. Meskipun memiliki fitur berupa panel control lengkap untuk mengirim berbagai jenis postingan seperti teks, video, audio, foto, link, quote maupun chat, kenyataannya banyak orang tidak tertarik untuk menjadikan Tumblr sebagai media sosial bisnis.

Kebanyakan orang memposting di Tumblr berupa curhatan, menulis catatan pribadi, membagikan foto-foto hasil karya mereka, menulis puisi, maupun membagikan file multimedia seperti video, audio dan sebagainya. Sama seperti pada MySpace, pengguna Tumblr kebanyakan tidak tertarik membicarakan tentang produk atau bisnis.

3. ReverbNation

ReverbNation.com merupakan situs web yang sudah tentu tidak cocok untuk strategi marketing online. Optimasi untuk mesin pencari tidak begitu efektif menggunakan ReverbNation. Tentu saja karena media sosial ini lebih berfokus pada industri musik independen. ReverbNation yang cukup populer saat ini menyediakan sebuah situs pusat untuk para musisi, produser, serta penggiat musik untuk berkolaborasi dan saling berkomunikasi.

4. Flickr

Flickr hanya cocok untuk mengupload foto produk kita, namun kurang cocok untuk langsung dijadikan alat marketing online. Ya, saat mengupload foto produk kita bisa memasangnya melalui kode HTML pada blog, forum maupun toko online kita. Optimasi keyword untuk mesin pencari tidak begitu cocok pada Flickr sehingga sudah jelas layanan ini tidak bisa langsung digunakan untuk aktivitas pemasaran online.

Lagipula pada fitur group atau diskusi Flickr kebanyakan hanya membahas dunia fotografi seperti berbagi teknik memotret dan sebagainya. Lebih cocok lagi Flickr dimanfaatkan untuk berbagi hasil karya para fotografer.

5. Path

Mungkin kita adalah salah satu pengguna Path yang telah memanfaatkannya untuk aktivitas marketing. Namun apakah kita benar-benar merasakan efektivitas Path untuk pemasaran online? Tidak lain dan tidak bukan Path hanya cocok untuk aktivitas bersosial media biasa. Bahkan fitur-fiturnya tidak begitu cocok untuk bisnis, seperti fitur berbagi aktivitas yang kita lakukan seperti sedang dimana kita sekarang, apa buku yang sedang dibaca, film apa yang ditonton, maupun fitur editing foto.

Lagipula Path memiliki layanan untuk pembatasan pengguna lain untuk mengakses akun kita menggunakan fitur pengaturan privasi. Jika sedemikian rumitnya bagaimana mungkin aktivitas pemasaran akan efektif? Bahkan yang lebih parah lagi, Path hanya membatasi pertemanan hingga 500 orang saja setelah sebelumnya hanya 150 orang. Apakah kita hanya memasarkan produk kepada teman-teman dekat kita?

Mudahnya berjualan di Facebook

Hasil gambar untuk facebook
Salah satu alasan berjualan di Facebook itu mudah, dikarenakan Facebook memiliki lebih dari 1,28 milyar pengguna aktif setiap bulan. Jumlah sebesar ini merupakan jumlah yang sangat berarti untuk perkembangan bisnis anda. Meskipun demikian, tidak dari mereka semua merupakan pelanggan potensial anda. Seandainya saya mengambil sebuah kesimpulan, bahwa anda hanya mampu untuk menargetkan 100.000 member aktif pengguna Facebook, hal ini dapat memiliki dampak yang luar biasa untuk bisnis Anda. Facebook sendiri akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga jumlah pelanggan anda juga akan berkembang. Jika anda tidak mencoba untuk membuka toko online di Facebook, maka kesempatan ini akan hilang begitu saja.
Dulu jika anda ingin membangun sebuah bisnis melalui internet, yang perlu dilakukan adalah menentukan sebuah nama domain kemudian anda membuat sebuah website atau toko online, anda juga harus memperbaiki tampilan website, mengisi konten yang ada didalamnya, kemudian meningkatkan hasil pencarian toko online anda pada situs pencarian seperti Google, dan mengeluarkan biaya iklan tambahan untuk menarik konsumen agar datang pada toko online anda. Tentu hal ini tidak akan jadi masalah jika perusahaan besar yang membuatnya. Lalu bagaimana dengan perusahaan atau startup yang menjual barang dagangannya secara retail atau usaha mikro kecil yang memiliki keterbatasan berkaitan dengan modal?
Melihat peluang pemasaran online yang terus meningkat dari tahun ke tahun Facebook yang merupakan salah satu situs jejaring sosial terpopuler ini mampu melihat potensi pemasaran di internet dengan memanfaatkan fasilitas fanspage pada salah satu fiturnya yang bisa digunakan untuk berjualan. Mengapa facebook? Jika dibandingkan dengan biaya pembuatan website, biaya untuk optimasi seo, maupun biaya iklan dan belum juga biaya promosi lainnya, tentu sangat memberatkan bagi penjual retail. Melalui fanspage ini penjual retail tidak perlu merasa takut untuk bersaing dengan beberapa perusahaan yang sudah besar sekalipun. Ini merupakan sebuah kesempatan bagi anda untuk membuka sebuah facebook store.